Sabtu, 04 Juni 2016

Etika dalam Penelitian



  Penelitian dilakukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan manusia. Penelitian ini harus dilakukan dengan mempertimbangkan banyak hal seperti peraturan baik peraturan tertulis maupun tidak tertulis. Salah satu bentuk peraturan dalam penelitian adalah etika.
Kata Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu ethos yang berarti adat kebiasaan.  Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, etika bermakna ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak). Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar tentang ajaran-ajaran dan pandangan-pandangan moral. Etika berkaitan erat dengan masalah nilai. Kattsoff mengemukakan sesungguhnya etika lebih banyak bersangkutan dengan prinsip-prinsip dasar pembenaran dalam hubungannya dengan tingkah laku manusia.
Universitas Gadjah Mada (2004)  memaknai etika sebagai filsafat praktis, artinya, filsafat yang ingin memberikan penyuluhan kepada tingkah laku manusia dengan memperhatikan apa yang harus dilakukan. Kode Etik adalah serangkaian norma-norma etik yang memuat hak dan kewajiban yang bersumber pada nilai-nilai etik yang dijadikan sebagai pedoman berfikir, bersikap, dan bertindak dalam aktivitas-aktivitas yang menuntut tanggung jawab profesi. Penelitian didefinisikan sebagai usaha untuk memperoleh fakta atau prinsip dan menguji kebenaran dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data yang dilaksanakan dengan teliti, jelas, sistematik, dan dapat dipertanggung jawabkan. Dari definisi-definisi tersebut, etika penelitian merupakan prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai pedoman berfikir, bersikap, dan bertindak dalam aktivitas-aktivitas penelitian
Etika penelitian diperlukan untuk mengatur perilaku seorang peneliti dalam penelitiannya. Etika digunakan untuk mengendalikan tindakan-tindakan yang akan diambil oleh seorang peneliti. Penelitian banyak jenisnya, sehingga masing-masing bidang akan memunculkan etika tertentu. Contohnya penelitian dalam bidang akademik ada etika penelitian akademik. Makalah ini bertujuan untuk memaparkan apa saja aspek-aspek dalam etika penelitian. Metode yang digunakan adalah review (tinjauan) dari beberapa pustaka.
ASPEK-ASPEK DALAM ETIKA PENELITIAN
          Inti dari etika penelitian adalah seorang peneliti harus menjalankan perilaku ilmiah (scientific conduct) dan menghindari pelanggaran ilmiah (scientific misconduct).  Perilaku ilmiah diantaranya berpikir ilmiah dan mempunyai prinsip moral dasar. Pelanggaran ilmiah berupa fabrikasi, plagiat dan lain-lain.
Pengetahuan ilmiah diperoleh dari cara berpikir yang ilmiah. Ada lima ciri pokok berpikir ilmiah yaitu empiris, sistematis, objektif, analitis dan verifikatif. Empiris maksudnya pengetahuan diperoleh berdasarkan pengamatan dan percobaan. Sistematis maksudnya berbagai pengetahuan dan data yang tersusun sebagai kumpulan pengetahuan itu mempunyai hubungan ketergantungan dan teratur. Objektif maksudnya  bebas dari prasangka perseorangan dan kesukaan pribadi. Analitis maksudnya berusaha membeda-bedakan pokok soalnya ke dalam bagian-bagian yang terperinci untuk memahami berbagai sifat hubungan, dan peranan dari bagian-bagian itu. Verifikatif maksudnya dapat diperiksa kebenarannya oleh siapapun juga.
Semua masalah etika, dapat dikembangkan berbasis pada prinsip moral dasar / etika. Prinsip moral dasar dapat dikelompokkan menjadi tiga yaitu: prinsip menghormati orang lain/orang (Respect for others (person), prinsip kemurahan hati (beneficence) dan prinsip keadilan (justice) (Sastrapratedja, 2009). Prinsip moral dasar ini merupakan aspek-aspek penting dalam penelitian. Sejalan dengan pengelompokkan prinsip oleh Sastrapratedja, Milton (1999 dalam Muslim, 2007) membagi aspek penelitian menjadi empat aspek yaitu:  menghormati harkat dan martabat manusia (respect for human dignity), menghormati privasi dan kerahasiaan subyek penelitian ( respect for privacy and confidentiality), keadilan dan inklusivitas (justice and inclusiveness) dan memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits). 
Dari pengelompokkan-pengelompokkan prinsip/aspek tersebut dapat ditarik pengelompokkan aspek yang terkait dengan etika penelitian yaitu 1) peneliti, 2) subyek yang diteliti, dan 3) komunitas/lingkungan sekitar peneliti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar