aspek yang terkait dengan
etika penelitian yaitu 1) peneliti, 2) subyek yang diteliti, dan 3) komunitas/lingkungan
sekitar peneliti.
1.
Peneliti
Etika penelitian akademik diperlukan
mencegah/mengatasi pelanggaran-pelanggaran ilmiah (scientific misconduct). Seorang peneliti tidak boleh melakukan
penipuan dalam menjalankan proses penelitian. Semua sistem etika melarang
penipuan seperti ini. Pelanggaran ilmiah yang bisa terjadi pada seorang
peneliti adalah
a. Fabrikasi
(fabrication)
b. Pemalsuan/Manipulasi
data (falsification)
c. Plagiat
(plagiarism)
- Kepenulisan (authorship)
- Kemubaziran (redundant)
- Publikasi duplikat (duplicate publication)
- Konflik kepentingan (conflict of interest)
Fabrikasi
Fabrikasi didefinisikan sebagai rekaman atau
presentasi (dalam format apapun) yang menggunakan data fiksi (Sastrapratedja,
2009). Fabrikasi merupakan bentuk pelanggaran yang paling mencolok dari
pelanggaran yang akan mempengaruhi kebenaran (Martono, 2015). Fabrikasi ini
bisa berupa pemalsuan data dan metode penelitian. Fabrikasi sering terjadi
dikarenakan adanya keinginan untuk memenuhi target, keterbatasan waktu,
keterbatasan biaya, atau adanya persaingan antar peneliti.
Pemalsuan/Manipulasi
data (falsification)
Ada beberapa penulis yang menyebut
falsification sebagai research fraud.
Seorang peneliti dilarang memalsukan/memanipulasi data atau prosedur untuk
menghasilkan hasil sesuai dengan keinginan peneliti.
Plagiat
(plagiarism)
Menurut Martono (2015) dan
Sastrapratedja (2009), plagiarisme adalah mengklaim karya lain untuk menjadi
milik sendiri. Plagiarisme bisa dilakukan secara keseluruhan (berupa salinan
atau terjemahan dari makalah orang lain yang telah diterbitkan), atau lebih
terbatas (mengambil dan memasukkan bagian tulisan orang lain ke dalam tulisan
tanpa referensi).
Kepenulisan
(authorship)
Kepenulisan perlu diperhatikan dengan baik
dengan memperhatikan tata penulisan ilmiah.
Kemubaziran
(redundant)
Kemubaziran di sini terjadi karena adanya
publikasi yang berulang-ulang. Seorang peneliti kembali mempublikasikan suatu
bagian dari tulisan yang sudah pernah dipublikasikan.
Publikasi
duplikat (duplicate publication)
Publikasi duplikat diartikan sebagai publikasi sebuah artikel yang identik atau tumpang
tindih substansial dengan sebuah
artikel yang sudah diterbitkan. Publikasi duplikat ini
dapat diklasifikasikan sebagai plagiarisme
diri.
Konflik
kepentingan (conflict of interest)
2. Subyek Penelitian
Etika yang berkaitan dengan subyek penelitian yaitu
perlindungan partisipan dan kesedian partisipan terlibat dalam penelitian (informed consent). Muslim (2007)
menjelaskan perlindungan partisipan dan informed
consent seperti di bawah ini.
Perlindungan
partisipan
Etika penelitian mengatur agar dalam
melakukan penelitian tidak merugikan partisipan dari segi material, fisik dan
psikologis.
Kesediaan partisipan terlibat dalam
penelitian
informed
consent berarti kesediaan yang disadari. Di sini etika penelitian
mensyaratkan adanya kesiaan subyek penelitian untuk diteliti. Pertimbangannya
adalah subyek penellitian tiddak minta diteliti, subyek penelitian mempunyai
hak asasi untuk menolak. Peneliti harus menjelaskan mengenai tujuan dan proses
penelitian.
3.
komunitas/lingkungan
sekitar peneliti
Pembahasan
tentang komunitas biasanya berkaitan dengan hubungan pemberi sponsor dan
hubungan dengan instansi terkait baik swasta maupun pemerintah.
Etika penelitian merupakan prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai pedoman
berfikir, bersikap, dan bertindak dalam aktivitas-aktivitas penelitian. Inti
dari etika penelitian adalah seorang peneliti harus menjalankan perilaku ilmiah
(scientific conduct) dan menghindari
pelanggaran ilmiah (scientific misconduct). Perilaku ilmiah diantaranya berpikir ilmiah
dan mempunyai prinsip moral dasar. Pelanggaran ilmiah berupa fabrikasi
(fabrication), pemalsuan/manipulasi
data (falsification), plagiat (plagiarism), kepenulisan (authorship), kemubaziran (redundant), publikasi duplikat (duplicate publication) dan konflik
kepentingan (conflict of interest)
Wah, saya harus introspeksi dengan penelitian saya nih...kayanya di sana-sini ada beberapa yang nabrak etika penelitian. Terima kasih tulisannya.
BalasHapusAku bingung nih kenapa kok bisa terjadi yang namanya fabricaton?
BalasHapusMens Titanium Bracelet (Mens) - Titanium Art
BalasHapusMens titanium Bracelet (Mens) - Titanium Art - Mens. We have designed a titanium jewelry Mens in brass. The original pieces were made from the finest titanium aftershokz titanium materials, Materials: Stainless steel; mokume gane titanium BrassFeatures: is titanium a metal T-Shape (mium) ford edge titanium 2021