Sabtu, 04 Juni 2016

Etika peneliti dan subyek penelitian



aspek yang terkait dengan etika penelitian yaitu 1) peneliti, 2) subyek yang diteliti, dan 3) komunitas/lingkungan sekitar peneliti.


1.     Peneliti
Etika penelitian akademik diperlukan mencegah/mengatasi pelanggaran-pelanggaran ilmiah (scientific misconduct). Seorang peneliti tidak boleh melakukan penipuan dalam menjalankan proses penelitian. Semua sistem etika melarang penipuan seperti ini. Pelanggaran ilmiah yang bisa terjadi pada seorang peneliti adalah
a.     Fabrikasi (fabrication)
b.     Pemalsuan/Manipulasi data (falsification)
c.     Plagiat (plagiarism)
  1. Kepenulisan (authorship)
  2. Kemubaziran (redundant)
  3. Publikasi duplikat (duplicate publication)
  4. Konflik kepentingan (conflict of interest)
Fabrikasi
    Fabrikasi didefinisikan sebagai rekaman atau presentasi (dalam format apapun) yang menggunakan data fiksi (Sastrapratedja, 2009). Fabrikasi merupakan bentuk pelanggaran yang paling mencolok dari pelanggaran yang akan mempengaruhi kebenaran (Martono, 2015). Fabrikasi ini bisa berupa pemalsuan data dan metode penelitian. Fabrikasi sering terjadi dikarenakan adanya keinginan untuk memenuhi target, keterbatasan waktu, keterbatasan biaya, atau adanya persaingan antar peneliti.
Pemalsuan/Manipulasi data (falsification)
    Ada beberapa penulis yang menyebut falsification sebagai research fraud. Seorang peneliti dilarang memalsukan/memanipulasi data atau prosedur untuk menghasilkan hasil sesuai dengan keinginan peneliti.
Plagiat (plagiarism)
Menurut Martono (2015) dan Sastrapratedja (2009), plagiarisme adalah mengklaim karya lain untuk menjadi milik sendiri. Plagiarisme bisa dilakukan secara keseluruhan (berupa salinan atau terjemahan dari makalah orang lain yang telah diterbitkan), atau lebih terbatas (mengambil dan memasukkan bagian tulisan orang lain ke dalam tulisan tanpa referensi).
Kepenulisan (authorship)
    Kepenulisan perlu diperhatikan dengan baik dengan memperhatikan tata penulisan ilmiah.
Kemubaziran (redundant)
    Kemubaziran di sini terjadi karena adanya publikasi yang berulang-ulang. Seorang peneliti kembali mempublikasikan suatu bagian dari tulisan yang sudah pernah dipublikasikan.
Publikasi duplikat (duplicate publication)
Publikasi duplikat diartikan sebagai publikasi sebuah artikel yang identik atau tumpang tindih substansial dengan sebuah artikel yang sudah diterbitkan. Publikasi duplikat ini dapat diklasifikasikan sebagai plagiarisme diri.
Konflik kepentingan (conflict of interest)

2.    Subyek Penelitian

Etika yang berkaitan dengan subyek penelitian yaitu perlindungan partisipan dan kesedian partisipan terlibat dalam penelitian (informed consent). Muslim (2007) menjelaskan perlindungan partisipan dan informed consent seperti di bawah ini.
Perlindungan partisipan
    Etika penelitian mengatur agar dalam melakukan penelitian tidak merugikan partisipan dari segi material, fisik dan psikologis.
Kesediaan partisipan terlibat dalam penelitian
    informed consent berarti kesediaan yang disadari. Di sini etika penelitian mensyaratkan adanya kesiaan subyek penelitian untuk diteliti. Pertimbangannya adalah subyek penellitian tiddak minta diteliti, subyek penelitian mempunyai hak asasi untuk menolak. Peneliti harus menjelaskan mengenai tujuan dan proses penelitian.
3.      komunitas/lingkungan sekitar peneliti
Pembahasan tentang komunitas biasanya berkaitan dengan hubungan pemberi sponsor dan hubungan dengan instansi terkait baik swasta maupun pemerintah.


          Etika penelitian merupakan prinsip-prinsip yang dijadikan sebagai pedoman berfikir, bersikap, dan bertindak dalam aktivitas-aktivitas penelitian. Inti dari etika penelitian adalah seorang peneliti harus menjalankan perilaku ilmiah (scientific conduct) dan menghindari pelanggaran ilmiah (scientific misconduct).  Perilaku ilmiah diantaranya berpikir ilmiah dan mempunyai prinsip moral dasar. Pelanggaran ilmiah berupa fabrikasi (fabrication), pemalsuan/manipulasi data (falsification), plagiat (plagiarism), kepenulisan (authorship), kemubaziran (redundant), publikasi duplikat (duplicate publication) dan konflik kepentingan (conflict of interest)

3 komentar:

  1. Wah, saya harus introspeksi dengan penelitian saya nih...kayanya di sana-sini ada beberapa yang nabrak etika penelitian. Terima kasih tulisannya.

    BalasHapus
  2. Aku bingung nih kenapa kok bisa terjadi yang namanya fabricaton?

    BalasHapus
  3. Mens Titanium Bracelet (Mens) - Titanium Art
    Mens titanium Bracelet (Mens) - Titanium Art - Mens. We have designed a titanium jewelry Mens in brass. The original pieces were made from the finest titanium aftershokz titanium materials, Materials: Stainless steel; mokume gane titanium Brass‎Features: is titanium a metal T-Shape (mium) ford edge titanium 2021

    BalasHapus